Jenis-Jenis Pijat: Manfaat, Teknik, dan Cara Memilihnya

By

Raihano

20 September 2026, 13:31 WIB

Jenis-jenis pijat untuk relaksasi dan perawatan tubuh
Kenali perbedaan teknik pijat sebelum memilih perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Jenis-jenis pijat dapat dibedakan berdasarkan teknik, kekuatan tekanan, bagian tubuh yang ditangani, dan tujuan perawatannya. Ada pijat yang berfokus pada relaksasi, ada yang ditujukan untuk membantu pemulihan otot setelah aktivitas, dan ada pula yang berasal dari tradisi tertentu. Memahami perbedaannya membantu Anda memilih layanan secara lebih aman, bukan sekadar mengikuti nama treatment yang sedang populer.

Pijat pada dasarnya memanipulasi jaringan lunak tubuh melalui sentuhan, tekanan, usapan, atau gerakan tertentu. Sebagian orang menggunakannya untuk meningkatkan kenyamanan dan relaksasi. Namun, pijat bukan metode untuk mendiagnosis atau menyembuhkan penyakit, sehingga keluhan menetap atau berat tetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Mengenal Jenis-Jenis Pijat Berdasarkan Teknik dan Tujuannya

Nama layanan dapat berbeda antara spa, salon, pusat kebugaran, dan praktisi. Teknik dengan nama yang sama pun mungkin diterapkan dengan tekanan atau urutan berbeda. Karena itu, tanyakan apa yang akan dilakukan, area tubuh yang disentuh, durasi, serta tingkat tekanannya sebelum sesi dimulai.

Jenis-jenis pijat yang umum dijumpai dapat dibandingkan secara ringkas sebagai berikut:

Teknik pijat Ciri utama Umumnya dipilih untuk Intensitas umum
Swedish Usapan panjang dan gerakan meremas Relaksasi umum Ringan–sedang
Deep tissue Tekanan lambat ke lapisan jaringan lebih dalam Ketegangan otot tertentu Sedang–kuat
Aromaterapi Pijat relaksasi dengan minyak esensial Pengalaman relaksasi sensorik Ringan–sedang
Hot stone Batu hangat ditempatkan atau digunakan saat memijat Kehangatan dan relaksasi Ringan–sedang
Thai Tekanan, peregangan, dan gerak pasif Fleksibilitas dan kenyamanan tubuh Sedang
Shiatsu Tekanan ritmis menggunakan jari atau telapak Relaksasi dan kenyamanan Ringan–sedang
Refleksi Tekanan pada titik di kaki atau tangan Relaksasi lokal Ringan–sedang
Sports massage Teknik disesuaikan dengan aktivitas olahraga Persiapan atau pemulihan otot Bervariasi

1. Pijat Swedish

Pijat Swedish atau pijat klasik menggunakan kombinasi usapan panjang, gerakan melingkar, remasan, getaran, dan ketukan ringan. Minyak atau losion biasanya dipakai agar tangan terapis bergerak lebih nyaman di permukaan kulit.

Teknik ini cocok bagi pemula yang menginginkan sesi seluruh tubuh dengan tekanan ringan hingga sedang. Tujuan utamanya umumnya relaksasi dan mengurangi rasa tegang sementara, bukan menangani cedera tertentu.

2. Deep tissue massage

Deep tissue menggunakan gerakan lebih lambat dan tekanan lebih terarah pada area otot serta jaringan ikat yang terasa tegang. Tekanan kuat tidak selalu berarti hasilnya lebih baik. Sensasi intens masih mungkin terjadi, tetapi rasa sakit tajam, kebas, atau seperti terbakar adalah alasan untuk meminta terapis berhenti.

Orang dengan gangguan pembekuan darah, penggunaan obat pengencer darah, osteoporosis, cedera akut, atau kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Teknik ini juga tidak tepat dilakukan langsung pada luka, lebam, pembengkakan yang belum diketahui penyebabnya, atau area yang baru dioperasi.

3. Pijat aromaterapi

Dalam pijat aromaterapi, teknik relaksasi dipadukan dengan minyak esensial yang telah diencerkan dalam minyak pembawa. Aroma dapat membuat pengalaman terasa lebih menenangkan bagi sebagian orang, tetapi respons setiap orang berbeda.

Beri tahu terapis jika Anda memiliki alergi, asma yang sensitif terhadap aroma, migrain yang dipicu wewangian, sedang hamil, atau memiliki kulit reaktif. Lakukan uji tempel bila produk baru digunakan dan jangan menerima minyak esensial pekat langsung pada kulit.

4. Hot stone massage

Hot stone memakai batu halus yang dihangatkan, lalu diletakkan pada bagian tubuh tertentu atau digunakan sebagai alat bantu pijat. Suhu harus terasa nyaman, bukan menyengat. Teknik ini lebih berfokus pada sensasi hangat dan relaksasi daripada tekanan dalam.

Orang yang mengalami penurunan sensasi kulit, neuropati, gangguan sirkulasi tertentu, atau kulit yang mudah terluka perlu lebih berhati-hati. Minta suhu dikurangi segera apabila batu terasa terlalu panas.

5. Thai massage

Thai massage biasanya menggabungkan penekanan, peregangan, dan gerakan pasif. Klien umumnya mengenakan pakaian longgar dan sesi dapat dilakukan di atas matras tanpa minyak. Dibandingkan pijat relaksasi biasa, tubuh akan lebih banyak digerakkan.

Sampaikan keterbatasan gerak, riwayat cedera sendi, masalah tulang belakang, kehamilan, atau operasi sebelumnya. Terapis seharusnya menyesuaikan rentang peregangan, bukan memaksa tubuh mencapai posisi tertentu.

6. Shiatsu

Shiatsu berasal dari Jepang dan dikenal dengan tekanan ritmis memakai jari, ibu jari, atau telapak tangan. Sesi sering dilakukan melalui pakaian tipis. Banyak orang memilihnya untuk relaksasi, tetapi klaim bahwa penekanan titik tertentu dapat menyembuhkan penyakit tidak boleh diterima tanpa bukti medis yang memadai.

7. Sports massage

Sports massage disesuaikan dengan olahraga, fase latihan, dan kondisi otot. Teknik sebelum aktivitas dapat berbeda dari sesi pemulihan setelah latihan. Terapis dapat menargetkan kelompok otot yang sering digunakan, tetapi cedera seperti robekan, patah tulang, atau nyeri sendi akut memerlukan pemeriksaan profesional, bukan langsung dipijat.

8. Pijat prenatal

Pijat prenatal dirancang untuk ibu hamil dengan posisi, bantalan, tekanan, dan area sentuh yang disesuaikan. Sebelum memesan sesi, konsultasikan dengan dokter atau bidan, terutama bila kehamilan berisiko, terjadi perdarahan, kontraksi, pusing berat, tekanan darah tinggi, atau keluhan lain.

Pilih terapis yang memiliki pelatihan khusus pijat kehamilan. Informasikan usia kehamilan serta kondisi kesehatan secara jujur agar teknik dan posisi tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Jenis Jenis Pijat Spa yang Sering Ditawarkan

Istilah jenis jenis pijat spa biasanya merujuk pada paket relaksasi yang memadukan pijat dengan suasana, aroma, musik, kompres hangat, atau perawatan tubuh. Selain Swedish, aromaterapi, dan hot stone, terdapat pijat kepala, pijat kaki, pijat punggung, serta paket full body.

Nama paket bukan standar medis. Saat membandingkan jenis-jenis pijat di spa, baca rincian layanan dan jangan menganggap kata “detoks”, “healing”, atau “terapi” sebagai bukti manfaat kesehatan. Pilih berdasarkan tujuan yang realistis: ingin rileks, mengurangi ketegangan setelah aktivitas, atau menikmati perawatan tubuh.

Jenis Jenis Pijat Tradisional di Indonesia

Jenis jenis pijat tradisional berkembang dari kebiasaan lokal dan diwariskan antargenerasi. Contohnya meliputi pijat Jawa, pijat Bali, urut Melayu, serta teknik lokal lain yang menggabungkan usapan, urutan, penekanan, atau penggunaan minyak dan ramuan.

Tidak ada satu urutan teknik yang berlaku untuk semua praktisi. Pijat Bali di satu tempat, misalnya, dapat berbeda dengan tempat lain. Karena itu, perbandingan jenis-jenis pijat tradisional sebaiknya didasarkan pada teknik yang benar-benar dilakukan. Nilai budaya dan pengalaman relaksasinya dapat diapresiasi, tetapi klaim seperti mengembalikan posisi organ, mengeluarkan racun, atau menyembuhkan penyakit tetap perlu disikapi kritis.

Jenis Jenis Pijat Refleksi dan Batas Manfaatnya

Pembahasan jenis jenis pijat refleksi biasanya mencakup refleksi kaki, tangan, dan kadang telinga. Praktisi memberi tekanan pada titik-titik tertentu berdasarkan peta yang dianggap berkaitan dengan bagian tubuh lain. Tekanan pada kaki atau tangan dapat terasa nyaman, tetapi peta refleksi tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan organ.

Refleksi sebaiknya dipandang sebagai perawatan pelengkap untuk kenyamanan, bukan pengganti pemeriksaan. Bukti ilmiah belum mendukung klaim bahwa refleksi dapat menyembuhkan kondisi medis tertentu. Hindari tekanan pada luka, infeksi kulit, dugaan patah tulang, serangan asam urat akut, atau kaki dengan gangguan sensasi tanpa persetujuan tenaga kesehatan.

Jenis Jenis Terapi Pijat untuk Keluhan Otot

Istilah jenis jenis terapi pijat dapat mencakup clinical massage, myofascial release, trigger point therapy, dan pijat sebagai bagian dari rehabilitasi. Berbeda dari paket relaksasi, pendekatan klinis seharusnya memiliki tujuan yang jelas, pemeriksaan yang relevan, teknik terukur, serta evaluasi respons.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, bukti manfaat pijat untuk beberapa jenis nyeri tidak sama kuatnya. Pijat mungkin membantu nyeri leher atau bahu dalam jangka pendek, sedangkan bukti untuk nyeri punggung bawah dinilai lemah atau berkualitas rendah. Jadi, hasil tidak dapat dijamin dan penyebab nyeri perlu dipertimbangkan.

Jenis Jenis Pijat pada Ibu Nifas

Jenis jenis pijat pada ibu nifas dapat berupa pijat relaksasi ringan pada bahu, punggung, tangan, atau kaki, serta pendekatan khusus pascapersalinan. Namun, waktu memulai, posisi, tekanan, dan area pijat perlu disesuaikan dengan persalinan normal atau operasi caesar, kondisi luka, perdarahan, tekanan darah, obat yang digunakan, serta risiko pembekuan darah.

Mintalah persetujuan dokter atau bidan sebelum pijat, terutama setelah operasi, komplikasi kehamilan, atau jika pemulihan belum stabil. Jangan memijat sayatan operasi, area merah dan panas, atau tungkai yang bengkak dan nyeri. CDC menyarankan pertolongan medis segera bila setelah persalinan muncul tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, demam, sakit kepala berat, perdarahan banyak, atau bengkak dan nyeri berat pada tungkai.

Pijat laktasi juga tidak boleh dilakukan secara kasar. Payudara merah, sangat nyeri, terasa panas, disertai demam, atau kondisi yang memburuk perlu dinilai oleh tenaga kesehatan atau konselor laktasi yang kompeten.

Manfaat yang Realistis dan Risiko Pijat

Secara umum, jenis-jenis pijat dapat membantu menghadirkan relaksasi, rasa nyaman, dan pereda ketegangan sementara. Sebagian teknik mungkin membantu keluhan nyeri tertentu dalam jangka pendek. Namun, hasil dipengaruhi oleh penyebab keluhan, teknik, durasi, frekuensi, kondisi kesehatan, dan keterampilan praktisi.

Secara umum, risiko pijat tergolong rendah jika dilakukan dengan tepat. Meski jarang, NCCIH mencatat laporan efek serius seperti cedera saraf, patah tulang, dan pembekuan darah, terutama pada pijat kuat atau orang yang berisiko mengalami cedera. Efek yang lebih ringan dapat berupa pegal, iritasi kulit, memar, atau pusing setelah sesi.

Tunda pijat dan cari penilaian medis bila Anda mengalami:

  • demam atau infeksi akut;
  • nyeri mendadak yang berat atau tidak diketahui penyebabnya;
  • luka terbuka, luka bakar, atau infeksi kulit;
  • bengkak sebelah, kemerahan, panas, dan nyeri pada tungkai;
  • dugaan patah tulang atau cedera baru;
  • sesak napas, nyeri dada, kelemahan mendadak, atau kebas yang memburuk.

Cara Memilih Pijat yang Tepat

Pemilihan jenis-jenis pijat sebaiknya dimulai dari tujuan, bukan tren. Gunakan langkah berikut:

  1. Tentukan kebutuhan. Untuk relaksasi pertama kali, pilih tekanan ringan hingga sedang. Untuk keluhan otot atau pemulihan olahraga, cari praktisi dengan pelatihan yang relevan.
  2. Jelaskan kondisi kesehatan. Sampaikan kehamilan, masa nifas, operasi, cedera, alergi, gangguan pembekuan darah, penggunaan obat pengencer darah, atau penurunan sensasi.
  3. Periksa kompetensi dan kebersihan. Tanyakan pelatihan, pengalaman, prosedur sanitasi, serta cara praktisi menangani kontraindikasi.
  4. Sepakati batas dan tekanan. Anda berhak menolak area tertentu, meminta penutup tubuh yang layak, mengurangi tekanan, atau menghentikan sesi.
  5. Evaluasi respons. Rasa rileks atau pegal ringan mungkin terjadi, tetapi nyeri berat, memar luas, kelemahan, atau keluhan baru bukan hasil yang perlu ditoleransi.

Waspadai penyedia yang menjanjikan kesembuhan, melarang konsultasi medis, mendiagnosis penyakit hanya dari titik pijat, atau memaksa tekanan sangat kuat. Praktisi yang baik akan menghormati persetujuan, menjaga privasi, dan merujuk Anda bila keluhan berada di luar kewenangannya.

Kesimpulan

Jenis-jenis pijat memiliki teknik dan tujuan berbeda, mulai dari Swedish yang lembut, deep tissue yang terarah, Thai dengan peregangan, sampai refleksi dan pijat tradisional. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, kenyamanan, dan kondisi kesehatan Anda. Kenali batas manfaatnya, pilih praktisi yang kompeten, dan hentikan sesi bila muncul nyeri tajam atau gejala tidak biasa. Untuk cedera, penyakit, kehamilan berisiko, atau masa nifas dengan keluhan tertentu, konsultasi medis harus didahulukan.

FAQ tentang Jenis-Jenis Pijat

Apa pijat yang cocok untuk pemula?

Pijat Swedish atau pijat relaksasi dengan tekanan ringan hingga sedang biasanya lebih mudah diterima pemula. Sampaikan preferensi dan minta tekanan disesuaikan sepanjang sesi.

Apa perbedaan pijat biasa dan deep tissue?

Pijat relaksasi cenderung memakai usapan lebih luas dan tekanan ringan–sedang. Deep tissue bergerak lebih lambat serta menargetkan jaringan yang lebih dalam, sehingga tidak cocok untuk semua kondisi.

Apakah refleksi kaki bisa mendeteksi penyakit organ?

Tidak. Refleksi dapat dipilih untuk kenyamanan, tetapi titik yang terasa nyeri bukan alat diagnosis. Keluhan kesehatan perlu diperiksa oleh tenaga medis.

Apakah pijat harus terasa sakit agar efektif?

Tidak. Tekanan perlu sesuai tujuan dan toleransi. Rasa sakit tajam, kebas, kesemutan kuat, atau sensasi terbakar merupakan tanda untuk segera meminta tekanan dikurangi atau sesi dihentikan.

Kapan ibu nifas boleh dipijat?

Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua ibu. Keputusan bergantung pada cara persalinan, kondisi luka, komplikasi, dan pemulihan. Mintalah persetujuan dokter atau bidan sebelum memulai.

Seberapa sering pijat boleh dilakukan?

Frekuensi bergantung pada tujuan, intensitas, respons tubuh, dan kondisi kesehatan. Mulailah secara wajar, beri waktu tubuh pulih, lalu evaluasi manfaat serta efek samping sebelum menjadwalkan sesi berikutnya.

Author Image

Author

Raihano

Related Post

Leave a Comment